Cara Mempertahankan Ketertarikan Siswa Dengan Kegiatan Ekstrakulikuler Di Sekolah - Info Guru Indonesia

Cara Mempertahankan Ketertarikan Siswa Dengan Kegiatan Ekstrakulikuler Di Sekolah

Ads By Google

Ads By Google

Bagaimana dengan keadaan organisasi yang anda kelola? Tentu anda akan sangat stress ketika melihat keadaan organisasi yang anda bina tidak berjalan sesuai harapan dan program yang telah dibuat di awal semester. Ada istilah yang sering kita dengar “mempertahankan lebih sulit daripada mendirikan” iya memang benar karena sebagai seorang Pembina pertanggungjawaban terhadap organisasi yang dikelola sangatlah berat, karena dituntut harus mempunyai prestasi dan kualitas kegiatan yang baik. Akan sangat pusing sekali jika kualitas organisasi semakin tahun semakin menurun. Hal ini PR besar Pembina bagamana cara meningkatkan kualitas organisasi seperti semula. Karena akan selalu dibandng-bandingkan dengan prestasi sebelumnya.

Ada banyak jenis organisasi yang ada di sekolah misalnya OSIS Pramuka, PMR, Paskibraka, Sakabhayangkara, Olahraga prestasi, sanggar seni, KIR, sastra, dll. Organisasi yang sering dan yang paling diminati siswa biasanya adalah OSIS selain sudah pasti menjadi siswa terkenal kegiatan yang dilakukan OSIS biasanya dilakukan pada jam belajar sekolah. Bagaimana dengan organisasi yang lain? Hanya beberapa siswa yang berminat sehingga kegiatan terkadang tidak berjalan sesuai program.

Untuk membentuk suatu organisasi yang berkualitas dan diminati oleh setiap siswa. Biasanya siswa malas berlama-lama di sekolah untuk mengikuti kegiatan di luar jam sekolah. Mereka lebih memiih bergegas pulang ke rumah untuk bersegera bermain. Bagaimana caranya supaya siswa betah berlama-lama di sekolah untuk mengikuti kegiatan ektrakulikuler untuk menunjang prestasi sekolah? Berikut adalah beberapa yang mempengaruhi kualitas suatu organisasi:

1. Pembina
Pemilihan Pembina yang tepat akan mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Seorang Pembina harus mempunyai banyak ide kreatif untuk pembuatan program kerja, seorang yang gesit, biasa bekerja di luar ruangan (lapangan) karena biasanya kegiatan ektrakulkuler dilakukan di luar ruangan, disenangi banyak siswa untuk menjadi daya tarik organisasi, bertanggung jawab dengan anggota/kader organisasi yang dikelola.

2. Kader/penggerak
Pemilihan kader terbaik adalah hal terpenting dalam organsasi karena kader-kader terbaik inilah yang akan menjalankan organisasi menjadi organisasi yang berkualtas. Basanya pemilihan kader dipilih oleh Pembina dan kader organisasi sebelumnya. Pada saat pemilihan kader baru inilah harus hati-hati dan harus mempunyai kriteria penilaian yang sudah disepakati misalnya:

  • Bertanggung jawab dan berkomitmen tidak akan keluar dari organisasi
  • Gesit, mampu mengerjakan sesuatu dengan cepat dan sistematis
  • Biasa bekerja keras, tdak pernah mengeluh jika diamanatkan tugas
  • Bisa bekerjasama dalam bentuk kelompok/individu, bersikap ramah kepada siapapun.
  • Cerdas, misalnya membuat standart nilai syarat mengikuti organisasi
  • Punya kemampuan dibidang organisas yang akan diikuti
  • Atau misalnya merekrut beberapa kader dari siswa yang diidolakan di sekolah, biasanya alasan siswa baru mengikuti organisasi karena ada senior yang disenanginya.

3. Program kegiatan
Penyusunan program kerja biasanya dibuat setiap awal semester. Isi program kerja terdiri dari kata pengantar, latar belakang, landasan dan hukum, tujuan, uraan program kerja biasanya berisi kegiaan apa saja yang akan dilaksanakan selama satu semester, struktur organisasi, dan penutup. Program kerja haruslah dibuat dengan sebaik-baiknya dan dimusyawarahkan untuk pertanggungjawaban selama program dilaksanakan. Isi program kerja harus semenarik mungkin misalnya jenis kegiatan, materi kegiatan, permainan/games kegiatan untuk membuat siswa tidak segan/ragu mengikuti kegiatan organisasi atau bahkan pengadaan kegiatan diluar lingkungan sekolah. Semakin menarik jenis kegiatan yang dilakukan biasanya semakin menarik minat siswa mengikuti organisasi tersebut.

4. Pemilihan anggota
Anggota baru (siswa baru) merupakan cikal bakal berlangsungnya suatu organisasi karena dari siswa-sswa baru inilah akan ada penerus dari kader sebelumnya. Maka berhati-hatilah memilih anggota baru dalam organisasi. Biasanya jika salah memilih anggota, mereka hanya aktif pada kegiatan awal-awal saja setelah beberapa kali pertemuan semangat organisasi mereka semakin lemah. Seperti pemilihan kader tadi pemilihan anggota baru haruslah ada kriterianya misalnya:

  • Berminat, bukan dar paksaan siapapun
  • Bertanggungjawab dan punya komitmen yang kuat
  • Cerdas, minimal mau belajar dan tidak bermalas-malasan ketika diberi materi
  • Bisa bekerjasama dengan siapapun
  • Tidak mempunyai penyakit berat karena biasanya kegiatan dilakukan di luar ruangan da membutuhkan banyak tenaga.

Download Media Pembelajaran Disini

Bertahannya anggota baru biasanya tergantung dari 3 hal terdahulu yaitu Pembina, kader dan program kerja. Jika ketiga hal tersebut terpenuhi maka kemungkinan suatu organisasi akan tetap berjalan dengan baik. Demikianlah beberapa saran dari penuls semoga bermanfaat (:

Ads By Google

Postingan terkait:

Powered by Blogger.