Ciri Soal Hots dan Asesmen Kompetensi Minimal, Pahami 5 Karakternya (REACT)

Guru-id.com - Dalam dunia Pendidikan, Bapak ibu pendidik pastinya tidak asing lagi dengan kata "Hots". Apa itu ? biasanya Hots hubungannya erat dengan pembelajaran siswa terutama Soal Ulangan.

gambar ciri soal hots, mengenal react AKM

Higher Order Thinking Skill itulah kepanjangan dari HOTS. Jadi ketika siswa akan menjawab soal-soal hots, maka kemampuan siswa berfikir harus tingkat tinggi. Nah inilah yang akan menjadi Asesmen tahun 2020-2021 yang di programkan pak nadiem yang bernama Asesmen Kompetensi.

Jika ini benar diterapkan seperti yang diwacanakan pak mendikbud. Maka Peserta didik Baik jenjang SD, SMP, SMA maupun SMK harus memiliki kemampuan menganalisa Soal yang lebih. Tugas guru adalah melatih siswa, dan salah satunya berlatih soal-soal Hots.

Pertanyaannya, Bagaimana mengetahui soal terssebut hots atau tidak ? nah sesuai dengan judul posting, penulis akan berbagi informasi tentang ciri-ciri soal hots. Apa saja itu ? yuk baca tulisan singkat dibawah ini.

Rekan-rekan guru, Ada beberapa ciri Soal yang termasuk Higher Order Thinking Skills (HOTS) diantaranya :

  1. Transfer satu konsep ke konsep lainnya
  2. Memproses dan menerapkan informasi
  3. Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda
  4. Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
  5. Menelaah ide dan informasi secara kritis

Dikutip dari ruangguru.com , Tujuan Soal HOTS adalah cara untuk menguji apakah seseorang bisa menganalisis, membandingkan, menghitung, dan sebagainya. "Jadi memang diperlukan kemampuan yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar mengingat atau menghafal saja.

COntoh Soal HOts

Sudah Punya Perangkat Pembelajaran Revisi 2020 Sesuai edaran mendikbud ??? YUk Download RPP Terbaru 2020 FOrmat Satu Halaman/Lembar

Indikator
:
Siswa dapat memberikan saran untuk memilih menu makanan sehat untuk makan malam
Level Taksonoy
:
C5
Kunci Jawaban
:
E
Chairil diperintah oleh ibunya membeli makanan untuk menu makan malam di sebuah rumah makan. Rumah makan tersebut menyediakan beberapa paket menu sebagai berikut ini:
· Paket A : Nasi Merah, Ikan Goreng, Salad Timun dan minuman Soda
· Paket B : Nasi Goreng, Telur rebus saus kacang, salad Timun dan Minuman susu Coklat
· Paket C : Nasi putih, Ayam Goreng Serundeng, salad timun dan Susu Crem
· Paket D : Nasi goreng, Ayam Goreng Serundeng, Salad Timun dan Susu Murni
· Paket E : Nasi Merah, Telur rebus saus kacang, salad timun dan air putih
Jika Chairil meminta Anda untuk memberikan saran, paket mana yang paling sehat dengan nilai gizi seimbang untuk dijadikan menu makan malam. Maka Anda akan menyarakan untuk membeli paket nama? Berikan Alasannya!

a. Paket A
b. Paket B
c. Paket C
d. Paket D
e. Paket E
Alasan:
Menu makan malam yang sehat sebaiknya adalah Karbohidrat yang rendah Gula, adanya Salad atau lalapan, tidak banyak mengandung lemak atau berminyak dan minum air mineral yang cukup. Dari daftar menu yang tersedia:
· Paket A : Ikan goreng terlalu berminyak dan minuman soda kurang sehat
· Paket B : Nasi goreng terlalu berminyak dan susu coklat terlalu banyak mengandung lemak
· Paket C : Ayam goreng serundeng terlalu berminyak dan susu crem terlalu banyak mengandung lemak
· Paket D : Nasi Goreng dan Ayam serundeng terlalu banyak mengandung minyak
· Paket E : Nasi Merah merupakan karbohidrat yang mengandung gulu yang rendah, Telur banyak mengandung protein dengan saus kacang yang mengandung lemak dan protein nabati, salad timun sebagai sumber serat dan air mineral untuk menjaga kesehatan pencernaan dan keseimbangan ion di saat tidur.
Sumber soal : inankito.org


Lima Karakter REACT

Soal-soal higher order thinking skills (HOTS) merupakan asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, di mana peserta didik diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan kontekstual yang dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini terkait dengan lingkungan hidup, kesehatan, kebumian dan ruang angkasa, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan.

Lima Karakteristik Asesmen Kontekstual disingkat REACT Dalam pengertian tersebut termasuk pula bagaimana keterampilan peserta didik untuk menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply) dan mengintegrasikan (integrate) ilmu pengetahuan dalam pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan permasalahan dalam konteks nyata. Ada pun uraian lima karakteristik asesmen kontekstual, yang disingkat REACT dapat disimak.

Berikut lima karakter react yang kiranya perlu diketahui rekan-rekan pendidik yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan.

Relating : asesmen terkait langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata

Experiencing : asesmen ditekankan kepada penggalian (exploration), penemuan (discovery) dan penciptaan (creation)

Applying : asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.

Communicating : asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mampu mengomunikasikan kesimpulan pada kesimpulan konteks masalah

Transfering: asesmen yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas ke dalam situasi baru atau konteks baru Sintak atau tahapan ini tidak begitu sulit untuk diingat bahkan di terapkan guru di sekolah-sekolah, sebagai bentuk kehidupan nyata adanya pendidikan suatu sistem yang jauh lebih baik dalam pendekatan konstektual atau Karakteristik Asesmen Kontekstual .

referensi :Ditjen GTK Kemdikbud RI


Akhir Kata

Semoga informasi yang penulis bagikan ini bisa bermanfaat bagi kalangan pendidikan khususnya pembaca setia blog guru-id.com.

1 Response to "Ciri Soal Hots dan Asesmen Kompetensi Minimal, Pahami 5 Karakternya (REACT)"

  1. Mohon izin bertanya. Mengenai salah satu tahapan pembuatan soal HOTS adalah menentukan KD yang dapat dibuat menjadi soal HOTS, berarti ada KD yang tidak dapat dibuat Soal HOTS. Tapi ada saya baca di salah satu situs p4tk IPA, menjelaskan dalam suatu pembelajaran HOTS kita dapat apabila ad KD yang tidak HOTS maka harus diperhatikan kembali,
    apabila KD tsb prasyarat maka dapat dibuat langsung IPK HOTS, namun apabila KD tsb berdiri sendiri maka kita perlu mengembangkan KKO dari KD yang tidak HOTS menjadi HOTS. Nah apakah hal tsb berlaku dalam penilaian berbasis HOTS? Kalau memang bisa berarti semua KD dapat dibuat soal HOTS, bagaimana masalah ini Pak/Ibu? Terimakasih

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel