Edaran Perpanjangan Batas Waktu Pengusulan PIP Tahap 2 Dari Dapodik

Kementerian pendidikan dan kebudayaan melalui pusat layanan pembiayaan pendidikan mengeluarkan surat edaran tentang Perubahan Perpanjangan Batas Waktu Pengusulan PIP Tahap 2 tahun 2020.

gambar Perpanjangan Batas Waktu Pengusulan PIP Tahap 2 Dari Dapodik

Untuk lebih jelasnya berikut adalah kutipa surat edaran yang dimaksud.

Sehubungan surat nomor 1491/J5/BP/2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang Pemberitahuan Perpanjangan Batas Waktu Pengusulan Calon Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 2 sebagaimana terlampir, serta didasari pertimbangan teknis terkait proses verifikasi dan pengusulan data, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

✅1. Batas waktu pengusulan calon penerima PIP tahap 2 yang sebelumnya tanggal 5 November 2020 diperpanjang kembali menjadi sampai dengan tanggal 12 November 2020;

✅2. Satuan Pendidikan segera melakukan pengiriman data/sinkronisasi Dapodik paling lambat tanggal 5 November 2020 karena penarikan data (cut off) peserta didik di Dapodik akan dilakukan pada tanggal 5 November 2020 pukul 23.59 WIB;

✅3. Hasil penarikan data (cut off) peserta didik berstatus Layak PIP di Dapodik sebagaimana nomor 2 akan ditampilkan pada laman aplikasi SiPintar pada tanggal 7 November 2020 untuk diverifikasi dan diusulkan oleh Dinas Pendidikan;

✅4. Siswa yang statusnya tidak layak PIP pada posisi penarikan data (cut off ) tanggal 5 November 2020 pukul 23.59 WIB tidak akan ditampilkan di SiPintar sehingga tidak dapat diusulkan

Untuk lebih jelasnya mari kita download surat edaran resminya melalui tautan dibawah



1 Response to "Edaran Perpanjangan Batas Waktu Pengusulan PIP Tahap 2 Dari Dapodik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Please report if the ads that appear on our site are annoying and less relevant to the content presented.

Please report if the ads that appear on our site are annoying and less relevant to the content presented.

Iklan Tengah Artikel 2

Please report if the ads that appear on our site are annoying and less relevant to the content presented.

Iklan Bawah Artikel